Sampah Indonesia
19.34
TAHUKAH ANDA?
Jika kita membicarakan soal sampah di Indonesia tidak ada
habisnya. Sampah yang menggunung bukan pemandangan langka di Indonesia. Hal
tersebut dikarenakan pola hidup masyarakat yang konsumtif. Masyarakat hanya
menuruti kepuasan dirinya saja tanpa melihat dampak negatif dari tindakannya
tersebut. Akibat pola hidup tersebut, di setiap sudut kota pasti kita melihat
adanya tempat pembuangan sampah akhir yang kian lama kian menggunung. Tidak hanya
itu, lama kelamaan sampah pun akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dapat
mencemari udara serta mengganggu pernafasan.
Sampah-sampah tersebut tidak dapat terurai dengan cepat dikarenakan berasal dari bahan-bahan non organik. Sampah yang berasal dari bahan non organik dapat terurai dengan waktu yang cukup lama. Untuk mengurangi dampak yang sangat tidak diinginkan tersebut kita harus memilah sampah sebelum membuangnya. Sampah di pilah berdasarkan jenisnya, yaitu organik dan non organik. Pemilihan sampah sangat diperlukan agar penguraianny tidak tercampur. Di sisi lain kita dapat memanfaatkan kembali sampah-sampah non organik seperti bungkus makanan siap saji di daur ulang menjadi sebuah kerajinan tangan yang mempunyai nilai jual.
Kini telah banyak kita jumpai seperti di perumahan-perumahan mempunyai tempat sampah berdasarkan jenis sampahnya. Itu membuktikan bahwa masyarakat Indonesia telah dapat membuang sampah dengan baik. Namun, apakah anda ketahui jika pemilahan sampah tersebut akan tetap sama hingga sampai tempat pembuangan sampah akhir? Jawabannya adalah tidak. Telah terbukti di beberapa tempat pembuangan sampah akhir, sampah-sampah yang tadinya telah di kelompokkan tersebut akan bercampur kembali. Meskipun kita telah membuang sampah dengan benar, namun petugas yang mengambil sampah di rumah-rumah kita akan memasukkan sampah kembali pada sebuah tempat. Dan akan berlanjut hingga akhir. Hal tersebut terjadi karena tidak meratanya sosialisasi mengenai sampah oleh pemerintah.
Seharusnya dari pemerintah sendiri memberikan pengarahan kepada petugas pengambil sampah agar tetap mengangkut sampah sesuai dengan jenisnya. Selain itu sarana prasarana yang di butuhkan juga di sediakan untuk menunjang akan pentingnya pembuangan sampah yang berwawaskan lingkungan. Agar negara kita ini tidak semakin tertutup oleh adanya gunungan sampah.
041112
Sampah-sampah tersebut tidak dapat terurai dengan cepat dikarenakan berasal dari bahan-bahan non organik. Sampah yang berasal dari bahan non organik dapat terurai dengan waktu yang cukup lama. Untuk mengurangi dampak yang sangat tidak diinginkan tersebut kita harus memilah sampah sebelum membuangnya. Sampah di pilah berdasarkan jenisnya, yaitu organik dan non organik. Pemilihan sampah sangat diperlukan agar penguraianny tidak tercampur. Di sisi lain kita dapat memanfaatkan kembali sampah-sampah non organik seperti bungkus makanan siap saji di daur ulang menjadi sebuah kerajinan tangan yang mempunyai nilai jual.
Kini telah banyak kita jumpai seperti di perumahan-perumahan mempunyai tempat sampah berdasarkan jenis sampahnya. Itu membuktikan bahwa masyarakat Indonesia telah dapat membuang sampah dengan baik. Namun, apakah anda ketahui jika pemilahan sampah tersebut akan tetap sama hingga sampai tempat pembuangan sampah akhir? Jawabannya adalah tidak. Telah terbukti di beberapa tempat pembuangan sampah akhir, sampah-sampah yang tadinya telah di kelompokkan tersebut akan bercampur kembali. Meskipun kita telah membuang sampah dengan benar, namun petugas yang mengambil sampah di rumah-rumah kita akan memasukkan sampah kembali pada sebuah tempat. Dan akan berlanjut hingga akhir. Hal tersebut terjadi karena tidak meratanya sosialisasi mengenai sampah oleh pemerintah.
Seharusnya dari pemerintah sendiri memberikan pengarahan kepada petugas pengambil sampah agar tetap mengangkut sampah sesuai dengan jenisnya. Selain itu sarana prasarana yang di butuhkan juga di sediakan untuk menunjang akan pentingnya pembuangan sampah yang berwawaskan lingkungan. Agar negara kita ini tidak semakin tertutup oleh adanya gunungan sampah.
041112
0 komentar